Berita  

Wakil Ketua PCNU Sidoarjo Jelaskan Makna Pengajian Lailatul Ijtima

Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Sidoarjo, KH Ali Mas’ud

TULANGAN-Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kemantren, Tulangan, Sidoarjo menggelar pengajian Lailatul Ijtima’ di Musala Baitul Hidayah, Kemantren, Tulangan, Sidoarjo Selasa (27/07/2022) malam. 

Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Ali Mas’ud sebagai pembicara. 

KH Ali Mas’ud dalam tausiahnya menjelaskan, pengajian Lailatul Ijtima’ merupakan merupakan amaliyah NU. Hal itu karena dalam Lailatul Ijtima’ diisi dengan khotmil qur’an, pembacaan tahlil, majlis ilmu, silaturrahmi serta sholawat nabi. 

“Seperti nasi campur yang banyak diisi dengan jenis makanan, begitupun Lailatul Ijtima’ yang merupakan pengemasan amaliyah NU dalam satu kegiatan,” terangnya. 

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PRNU Kemantren, M Misdi menyampaikan, pengajian Lailatul Ijtima’ seperti ini adalah kegiatan rutin setiap bulan yang dilaksanakan di seluruh musala dan masjid di Desa Kemantren. 

Adapun sumber dana yang mengandalkan iuran rutin seluruh pengurus musala dan masjid se Desa Kemantren setiap bulan. “Jangan khawatir rezeki sudah ditata oleh Allah SWT. Jika dihitung memang akan terasa kurang, tapi jika sudah disyukuri dan dilakukan dengan baik pasti akan terasa cukup,” katanya saat menyampaikan sambutan. 

Ia mengajak agar selalu kompak dalam mengisi kegiatan keagamaan di masyarakat. Hal tersebut sebagai upaya untuk melestarikan tradisi islam nusantara dan amaliyah NU.

“Mari kita tetap jaga kekompakan dan kebersamaan,” pintanya. 

Ia berharap agar kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan NU dapat berjalan rutin dan terus ditingkatkan. “Semoga sumbangsih jamaah baik berupa fikiran, tenaga maupun materi menjadi ladang pahala dan bekal di akhirat,” harapnya. 

Kepala Desa Kemantren, H Kuswandi menyampaikan, kegiatan pengajian merupakan sarana silaturrahmi untuk menjaga kerukunan antar tetangga. Selain itu, kegiatan keagamaan juga menjadi penentram hati dengan nasihat-nasihat yang  baik melalui pengajian. 

“Terima kasih kepada PRNU Kemantren yang mengisi kegiatan di masyarakat dengan positif, alhamdulillah dengan sering adanya pengajian dapat membuat manyarakat guyub rukun, tenteram dan damai,” ujar Kuswandi. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa sangat terbuka dalam menerima keluhan masalah masyarakat. Kuswandi mengapresiasi alur komunikasi dengan pemerintah desa berjalan dengan baik. Ia juga membuka diri apabila ada saran dan masukan terkait pelayanan terhadap masyarakat apabila masih kurang maksimal. 

“Jangan sungkan ketemu pak lurah, karena dengan menjaga komunikasi yang baik dengan pemerintah. Melalui seringnya bertemu atau berkumpul dapat membuat suasana rukun dalam menyelesaikan masalah,” pintanya. 

Pewarta: Maschan Yusuf

Editor: Musta’in

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *