Situs Resmi PCNU Kab. Sidoarjo

Pesan Wakil Syuriyah dan Tanfidziah PCNU Sidoarjo ke LTMNU

Selamat-Sukses-konfercab-pcnu-sidoarjo
LTMNU bersama Wakil Syuriah PCNU SIdoarjo, KH Sholeh Qosim

Jajaran pengurus Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM-NU) Sidoarjo pada Ahad, (16/05/2022) bersilaturrahmi ke kediaman wakil syuriah, KH Muhammad Sholeh Qosim dan KH Zainal Abidin, ketua tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo.

Murfa Azizah, salah seorang pengurus LTM-NU menuliskan cerita di akun Fecebook pribadinya @ Murfa Azizah selama bersilaturrahmi ke kedua tokoh NU di atas.

“Masih tentang safari, setelah safari Ramadhan dilanjut dengan safari idul fitri dengan bersilaturahmi ke para ulama terkhusus para pengurus NU dan jajarannya,” tulisnya Rabu, (18/05/2022).

Disebutkan sebelum berangkat, pengurus PC LTM-NU Sidoarjo berkumpul di gedung NU Jenggolo untuk menyamakan persepsi dan tujuan setelah itu berangkat bersama-sama untuk silaturahmi.

“Rencana ada lima tempat tujuan yang akan kita datangi untuk bersilaturrahmi,” ungkapnya.

Tujuan pertama ialah ke rumah KH Muhammad Sholeh Qosim selaku wakil Syuriah NU Sidoarjo. Pengurus LTM-NU di sambut dengan ramah serta banyak ilmu yang diberikan Kiai Sholeh.

Diantara pesan Kiai Sholeh salah satunya berkenaan dengan program kerja LTM-NU sebagai bekal pengurus dalam mengurus dan menjalankan keorganisasian LTM-NU di sidoarjo.

“Kiai Sholeh menuturkan kepada kami bahwa berorganisasi harus bersedia menyiapkan urunan atau infaq di siapkan yang terbiak,” ungkapnya.

Kiai Sholeh juga menginginkan, sebagai pengurus LTM-NU jangan menunggu untuk diundang dan diurus. Tapi malah sebaliknya setiap pengurus harus ingat mengundang dan mengurusi umat.

“Dalam berorganisasi, Kiai Sholeh menuturkan menulis,  mencatat serta melaporkan merupakan hal yang sangat penting,” terangnya.

Setelah dari rumah KH Sholeh Qosim, rombongan LTN-NU beranjak ke kediaman KH Zainal Abidin. Saat berbincang santai, Kiai Zainal mengatakan LTN-NU harus selalu mengingat slogan  ‘Dari masjid oleh masjid untuk masjid,’.

Namun yang terpenting  menurut Kiai Zainal, di LTM-NU selama menjadi pengurus harus amanah. Dan terus berfikir apa yang bisa kita berikan untuk kemajuan LTM-NU.

“Kiai Zainal meminta kepada kami agar selalu berusaha berbenah diri dan tidak perlu menanggapi kritikan yang ada. Sehingga fokus serta target bisa tercapai,” pungkasnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.