Event  

Perjalanan Menghadirkan Rasulullah di Tempat Bencana

banner 970x250

Oleh: Akhmad Anis Fahmi

Perjalanan ke Lombok 23 Agustus 2018 lalu adalah satu di antara perjalanan penting dalam hidup saya. Pasalnya, keikutsertaan ke sana bukan untuk tamasya ataupun liputan pemberitaan, melainkan untuk sejenek meluangkan waktu membantu mereka korban gempa bumi.

Dari rumah, fisik maupun mental dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan yang ada di sana. Namun, saat diperjalanan faktor manusiawi pun muncul, berupa rasa takut. Karena saat itu gempa bumi masih terjadi. Apalagi tersebar berita hoax yang memprediksi akan ada gempa besar berpotensi tsunami pada tanggal 26 bulan itu.

Rasanya tak mungkin mengurungkan niat di tengah perjalanan, kabupaten Banyuwangi saja belum sampai. Teman rombongan pun berusaha mengalihkan perhatian agar niat yang ditata sejak dari rumah terlaksana hingga batas waktu yang ditentukan.

Pondok Kiai As’ad Syamsul Arifin di Situbondo jadi tempat meluangkan waktu sejenak hilangkan rasa capek di perjalanan. Selain jadi tempat rehat sejenak dan melupakan rasa takut akan gempa, ada inspirasi yang saya peroleh dari tempat itu.

Rombongan beristirahat tepat di halaman masjid. Sekitar pukul 11 malam kita menunaikan salat jama takhir. Namun, saat melangkahkan kaki di serambi masjid menuju tempat wudlu dan kamar mandi, langkah kami pun harus berhati-hati.

Baca Juga  Perempuan PEKA Krembung Mendapatkan Kunjungan dari Kader PKPNU Tanggulangin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *