Pengurus Baru BPPNU Walisongo Adakan Ta’aruf dengan MTs NU, MA NU, dan SMK Diponegoro Sidoarjo

banner 970x250

SIDOARJO – Badan Pengelola Pendidikan Nahdlatul Ulama (BPPNU) Walisongo Sidoarjo berta’aruf dengan dewan guru dan staf Madrasah Tsanawiyah Nahflatul Ulama (MTs NU), Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) dan SMK Diponegoro Sidoarjo, Kamis (08/09/2022) di aula lantai 3 MTs NU Sidoarjo.

Ketua BPPNU Walisongo Sidoarjo Hj. Anis Khoiriyah menyampaikan, maksud kedatangan pengurus baru ini untuk memperkenalkan jajaran pengurus BPPNU Walisongo yang baru sekaligus sowan kepada masing–masing lembaga.

“Saya ditunjuk oleh PCNU Sidoarjo untuk menjadi ketua BPPNU Walisongo yang baru. Pengurus baru ini ada saya sebagai ketua, wakil ketua Bapak Syamsuhari, sekretaris Dr Syaifudin Noer, wakil sekretaris Dr. Mustain Baladan dan bendahara Hj. Aisyah Lilia Agustina,” jelasnya.

Anis mengatakan selain sowan agar lebih akrab juga nantinya ingin berkolaborasi yang baik. Periode sebelumnya, pengurus BPPNU Walisongo Sidoarjo sejumlah 11 orang, namun sekarang hanya ada 5 pengurus. “Insya Allah tidak akan mengurangi khidmah kita kepada NU,” tandasnya.

“Pentingnya kolaborasi semua lini, antara pengurus BPPNU Walisongo dan masing-masing sekolah atau madrasah, yang nantinya bertujuan memajukan pendidikan NU di Sidoarjo,” imbuhnya.

Sementara itu, wakil ketua BPPNU Sidoarjo Syamsuhari mengingatkan, semua satuan pendidikan di bawah naungan BPPNU Walisongo Sidoarjo agar kompak bersatu dan menghilangkan sekat-sekat yang ada.

“Adanya sekat antar lembaga bisa menjadikan kinerja buruk,” ujarnya.

“Dan untuk Kepala Sekolah harus diupgrading lagi masalah keilmuan, agar dalam menakhodai sekolah bisa lebih baik lagi,” lanjutnya.

Senada dengan Syamsuhari, wakil sekretaris BPPNU Dr. Mustain Baladan juga menyampaikan, kemajuan sebuah sekolah itu ditentukan oleh Kepala Sekolah dan Guru Kelas.

“Sekolah/Madrasah di NU biasanya kalau ada penurunan jumlah siswa pasti ada yang dijadikan kambing hitam, sementara majunya pendidikan itu ditentukan oleh Kepala Sekolah dan Guru Kelas, bukan oleh Kepala Dinas Pendidikan. Maka Kepala Sekolah dan Guru Kelas nantinya akan dibuatkan kegiatan untuk meningkatkan skill SDM,” tutup Mustain Baladan yang juga menjabat wakil katib PCNU Sidoarjo itu.

Baca Juga  Konferensi Internasional ISIEP 2023, Mahasiswa PGMI Unusida Angkat Budaya Pondok Pesantren

Pewarta: M. Fuad Nadjib

Editor: Emzed Ef

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *