Pemberdayaan UMKM Toko Kelontong dengan Penambahan Layanan Bisnis PPOB di Desa Sawocangkring Kecamatan Wonoayu

banner 970x250

Toko kelontong adalah toko yang menjual kebutuhan sehari-hari. Dagangan yang dijual biasanya peralatan dan kebutuhan rumah tangga, seperti beras, bumbu dapur, peralatan mandi, sabun mencuci pakaian, pembersih rumah, makanan dan lain sebagainya.

Toko kelontong termasuk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan pernah menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia saat krisis 1989. Eksistensi toko kelontong sampai saat ini juga masih sangat baik, meskipun berada di tengah marak munculnya banyak minimarket yang menawarkan pengalaman belanja lebih praktis. Tentu saja eksistensi toko kelontong ini dikarenakan aksesnya yang mudah dijangkau dan berada tepat di tengah-tengah permukiman warga. Selain itu juga meminimalisir waktu karena aksesnya lebih dekat dan risiko antri saat berbelanja lebih kecil.

Hampir setiap desa pada setiap RT terdapat paling tidak satu toko kelontong. Begitu pula dengan toko kelontong yang berdiri di Desa Sawocangkring yang bertepatan dengan tempat KKN (Kuliah Kerja Nyata) mahasiswa Universitas Maarif Hasyim Latif  Sidoarjo. Toko kelontong ini memiliki peluang sangat besar, karena berada jauh dari minimarket. Sehingga banyak warga setempat yang memenuhi kebutuhannya sehari-hari dari toko kelontong ini. Salah satu kebutuhan warga setempat yang belum terpenuhi dari toko kelontong ini adalah layanan pembayaran tagihan bulanan seperti PLN, pulsa, dan paket data. Di samping itu, masalah lainnya adalah jasa transfer antar bank karena banyak masyarakat yang masih kesulitan mengoperasikan mesin ATM sebagai penunjang layanan transfer bank.

Baca Juga  Moderasi Beragama Merawat Indonesia : Refleksi HAB Ke 78 Kementerian Agama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *