Situs Resmi PCNU Kab. Sidoarjo

Muhaimin Terpilih Menjadi Ketua NU Krian Sidoarjo, Ingin Jaga Marwah Nahdlatul Ulama

Selamat-Sukses-konfercab-pcnu-sidoarjo
Muhaimin, Ketua MWCNU Krian, Sidoarjo

NU Sidoarjo – Muhaimin resmi menjadi ketua tanfidziah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Krian, Sidoarjo untuk lima tahun mendatang. Ia terpilih pada konferensi di Masjid Al-Hayat Desa Jatikalang kecamatan setempat pada Ahad (29/05/2022) pagi.

Pria yang beralamat di Dusun Karangpoh RT 04 RW 02 Ponokawan itu telah aktif di NU sejak tahun 2005. Ia menjabat sebagai ketua Pengurus Ranting (PR) selama dua periode, yakni masa khidmad 2005 – 2010 dan 2010 – 2015.

“Masih menjabat ketua ranting, pada tahun 2012 saya diamanahi menjadi wakil sekretaris MWCNU sampai tahun 2017. Alhamdulillah kemudian mendapat amanah jadi sekretaris masa khidmad 2017-2022,” ujarnya saat dihubungi.

Muhaimin ditetapkan menjadi ketua tanfidziah MWCNU Krian setelah mengungguli tiga kandidat yang lain, yakni H Mahcrus, Bapak Muchlisin dan Machrus Ali dengan mendapat enam belas suara diputaran kedua. Sebelumnya diputaran pertama ia mendapat dua belas suara.

“Kita tidak bisa menggambarkan suasana hati. Karna ini merupakan suatu amanah yang harus kami jalankan dangan sungguh-sungguh dan niat ikhlas menjaga marwah NU. Serta ingin mengembalikan kejayaan MWCNU Krian sejajar dengan MWCNU se-Sidoarjo,” terangnya.

Di masa awal kepemimpinanya Muhaimin ingin menggarap kemandirian ekonomi melalui gerakan koin peduli NU diseluruh Ranting NU supaya dapat bermanfaat untuk masyarakat Krian. Selain itu ia juga berkeinginan menghidupkan semua lembaga yang ada.

“Mengelola aset-aset yang produktif yang nantinya dimanfaat untuk kepentingan organisasi demi kemaslahatan umat,” tambahnya.

Ghirah ke-NU an Muhaimin lahir dari perkataan pendiri NU, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari yang menuturkan bahwa akan dianggap santrinya yang akan didoakan masuk surga bersama anak cucunya jika berkhidmad di NU dengan ikhlas.

“Saya mencintai semua ulama NU, karena mereka semua ikhlas tanpa pamrih dalam membela bangsa dan negara dengan semboyan. Siapa kita? NKRI? Pancasila? Santri? Ikut kiai?,” tandasnya

Pada konferensi yang mengangkat tema ‘Menjelang Satu Abad NU, Kita Kuatkan Kemandirian Ekonomi, Pendidikan dan Kesahatan Warga Nahdliyin’ itu terpilih H Sudi Chotib sebagai Rais Syuriah.***

Pewarta: Boy Ardiansyah

Editor: Rizqillah

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.