Situs Resmi PCNU Kab. Sidoarjo

Menilik Ulang Makna Istiqamah

Selamat-Sukses-konfercab-pcnu-sidoarjo

Tidak ada manusia yang sempurna kecuali Nabi Muhammad SAW. Setiap ibadah kita mesti memiliki kekurangan karena sehebat apapun manusia pasti memiliki kelemahan. Namun kita harus terus berusaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita didasari dengan keikhlasan dan keistiqamahan.

Lebih dalam, Gus Baha dalam kajian kitab Jalalain mengupas makna dibalik kata istiqamah. Gus Baha menawarkan gambaran berbeda terkait pemaknaan istiqamah yang beredar selama ini.

Seperti penuturan Gus Baha, secara umum pengertian istiqamah diartikan sebagai kemantapan suatu perbuatan di jalur yang lurus. Cerminan dari sebuah istiqamah sendiri ialah menjaga akhlak, yang berkelindan pada perbuatan lisan maupun non lisan tanpa terkecuali.

Namun Gus Baha menilai, andaikan dahulu seluruh ulama bersepakat bahwa istiqamah adalah selalu berbuat kebaikan, maka sejak zaman sahabat nabi hingga sekarang tidak ada orang Islam.

“Karena syarat sah masuk surga harus istiqamah, tidak pernah berbuat salah. Masak syaratnya iman harus tanpa salah?,” ucap Gus Baha dikutip oleh mantrasukabumi.com yang dilihat dari video kanal Youtube Santri Official pada Senin, 29 November 2021.

Gus Baha pun menjelaskan, ketidak mungkinan itu dipicu tidak adanya manusia selain Nabi yang dapat terhindar dari sebuah kesalahan. Maka, setiap manusia ketika berdoa selalu memohon ampunan kepada Allah SWT. Sisi lain perbanyak istighfar untuk menggantikan ibadah yang kita istiqamahi namun tidak bisa dilaksanakan. Bukankah istiqamah lebih baik daripada seribu karomah.

Ada enam prinsip istiqamah bisa terjaga sebagaimana ditutur oleh sosok pakar ilmu taswauf dan Direktur Sufi Center Jakarta DR. KH M. Luqman Hakim lewat akun twitter pribadinya.
Berikut enam prinsip yang dimaksud beliau:

  1. Shalat lebih utama dibanding surga.
  2. Doamu lebih utama dibanding kabul.
  3. Perjuangan lebih utama dibanding goal-mu.
  4. Cinta lebih utama dibanding hadiah-hadiah Allah untukmu.
  5. Taubat lebih utama dibanding ampunan.
  6. Jangan pernah mengatur Allah.

“Apa pun kata-katamu atau kata-katanya, apa pun situasimu atau situasinya, apa pun golonganmu atau golongannya, suka dukamu atau suka dukanya, yang terpenting adalah Istiqamahmu. Jangan menunggu istiqamahnya,” pungkas KH Lukman Hakim.

Penulis : Luqman Hakim (Ketua Aswaja Center Sidoarjo)

Editor: Rizqillah

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.