Mata Pena Premier IPNU-IPPNU Sidoarjo, RMI NU Jatim Jelaskan Sejarah Hari Santri Nasional

banner 970x250

WARU, NU DELTA – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sidoarjo menggelar kegiatan Majelis Taklim Pelajar Nahdliyyin (Mata Pena) Premier, Ahad (15/10/2023) di Markas Besar Oelama (MBO), Jl Satria, Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kegiatan yang bertajuk Sidoarjo Berdarah (Bedah Sejarah) tersebut, menghadirkan narasumber KH Ahmad Roziqi, Pengasuh Pondok Pesantren Al Mansuriyah Al Ihsan Kalijaring, Tembelang, Jombang.

Dalam kesempatan ini, Anggota RMI PWNU Jawa Timur tersebut, ia mengisahkan sejarah peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang dilatar belakangi dengan resolusi jihad dan belum tertulis seutuhnya.

“Hari ini kita harus bersyukur terungkapnya satu demi satu fakta sejarah yang ada tentang diperingatinya hari santri,” ungkapnya.

Resolusi jihad menjadi bukti peran para kiai dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan kala itu. Seperti fatwa muassis NU, KH Hasyim Asy’ari yang mengeluarkan fatwa haram mendukung kebijakan yang menguntungkan penjajah dan wajib militer yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Belanda kala itu,

Fatwa tersebut yang menjadi salah satu yang melatar belakangi perang menghadapi sekutu yang berkecamuk pada tanggal 10 November yang sekarang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional.

Baca Juga  Benarkah Nabi Muhammad itu Sesat Sebelum Menjadi Nabi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *