Situs Resmi PCNU Kab. Sidoarjo

Ketua Fatayat NU Sidoarjo Ingin Ciptakan Kader yang Pinter, Bener dan Kober

Selamat-Sukses-konfercab-pcnu-sidoarjo
Ketua Fatayat NU Sidoarjo Bersama Kader Fatayat NU Candi

NU Sidoarjo – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nandlatul Ulama (NU) Elok Sifak Munadiroh mengatakan ingin kader organisasi Badan Otonom (Banom) NU ditingkat pemudi ini kedepan harus pinter, bener dan kober (pandai, benar atau jujur dan selalu meluangkan waktu). Hal itu ia sampaikan setelah melantik Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Candi, Ahad (29/05/2022).

Menurut perempuan asal Kecamatan Krembung itu, pandai yang ia maksud tidak harus dalam bidang akademis.

“Pintar tidak selalu dalam ranah akademis. Pintar melihat serta menganalisa situasi dan kondisi terkini itu juga penting dan sangat dibutuhkan oleh Fatayat NU saat ini dan untuk ke depan,” katanya saat dihubungi.

Hal tersebut ia ungkapkan karena peran Fatayat NU terutama dalam program perempuan sangat dibutuhkan dan dinanti oleh masyarakat. Oleh sebab itu Fatayat NU Sidoarjo terus berupaya meningkatkan sinergi agar bisa bekerja sama secara baik dengan beberapa stakeholder. Seperti kecamatan, Kantor Urusan Agama (KUA) hingga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

“Fatayat NU adalah organisasi wanita muda Islam yang loyal, kompeten, mandiri, dinamis, berwawasan luas dan berusaha memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Khususnya perempuan. Oleh karena itu perlu dibangun citra diri Fatayat NU,” terangnya.

Elok mengajak supaya perempuan harus menyadari fungsi, paham ideologi, visi, misi organisasi dan bertanggungjawab dalam perkembangan organisasi. Untuk itu perlu langkah awal pengenalan organisasi Fatayat NU. Serta sarana penanaman nilai-nilai identitas, karakter, dan ideologi anggota.

”Kami selalu berharap dan mencetak kader baru dari tingkat cabang hingga ranting,” ujarnya.

Dijelaskan, berdasarkan AD/ART Fatayat, para pemudi NU usia 20 hingga 45 tahun dapat bergabung di organisasi Fatayat NU. Menurutnya, para perempuan diusia tersebut membutuhkan suatu kegiatan yang bisa membuat mereka bergabung dengan NU secara resmi.

“Maka kemudian Fatayat NU menjadi wadah yang nantinya akan menumbuhkan rasa militan pada organisasi dan berkeinginan untuk berkhidmat pada NU,” tandasnya.***

Pewarta: Boy Ardiansyah

Editor: Rizqillah

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.