Situs Resmi PCNU Kab. Sidoarjo

Di Depan Forsil, Gus Aris: Kita Perkuat Aswaja NU Center

Suasana kegiatan Forsil.

Ideologi Ahlussunah Waljama’ah (Aswaja) Annahdliyah adalah prinsip utama dalam tubuh Nahdlatul Ulama’ (NU) di semua tingkatan dari Pusat hingga Ranting. Dalam kondisi saat ini Penguatan Aswaja NU Center perlu disatukan dalam satu wadah baik dari sisi keilmuan maupun dari sisi penyebarannya. Hal tersebut sebagaimana yang telah disampaikan oleh Wakil Katib Syuriyah PCNU Sidoarjo Gus Arisy Karomi dalam Forum Silaturahmi (FOSIL) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama’ (MWC NU) se Kabupaten Sidoarjo yang bertempat di Madrasah Diniyah Al Fattah Keper Krembung Jum’at siang (11/9).

Dihadapan Pengurus MWC NU se Sidoarjo tersebut Gus Arisy mengajak agar seluruh MWC memperkuat Ideologi Ahlussunah Waljama’ah kepada seluruh Banom dan Lembaga hingga jajaran pengurus Ranting.
“Kita warisi apa yang pernah diajarkan oleh para muassis NU” ucap Gus Arisy Kiromy.

Sekretaris Aswaja NU Center Sidoarjo tersebut menyampaikan bahwa di Sidoarjo, Aswaja NU Center baru terbentuk pada tahun 2015 yang ditunjuk sebagai Direktur pertama kali adalah KH. Nurul Huda. Kemudian sepeninggal KH. Nurul Huda Direktur Aswaja NU Center PCNU Sidoarjo diamanahkan kepada DR. KH. Sholeh Qosim hingga sekarang.

“Alhamdulillah berkat barokah perjuangan, pergerakan, kegiatan Aswaja NU Center Sidoarjo ternyata direkam oleh PWNU Jatim dan akhirnya Sidoarjo ditunjuk sebagai PCNU teladan dan mendapatkan juara umum dalam penganugerahan NU Award PWNU Jatim.” Jelasnya.

Disemua lembaga dan Banom NU sebenarnya sudah melaksanakan isi dari Aswaja NU Center dan mengajarkan tentang ideologi Ahlussunah Waljama’ah (Aswaja). Namun semua itu perlu diberikan sebuah wadah yang dinamakan Aswaja NU Center yang didalamnya ada program 5 Wah.

Yang pertama adalah Uswah (Usaha Sosialisasi Ahlussunah Waljama’ah). Ini bisa dilakukan melalui pengajian, ceramah, khutbah, buletin, media online, dll.
“Peran ini sudah pernah dilakukan oleh semua pengurus. Aswaja NU Center hadir untuk memperkuat nantinya” sambungnya.

Yang kedua adalah Biswah yaitu Bimbingan dan Solusi Ahlussunah Waljama’ah sesuai dengan problematika yang berkembang dimasyarakat. Solusi hukum, Keluarga, kesehatan, Pendidikan, ekonomi dan yg lainnya sebagai Solusi ala Ahlussunah Waljama’ah.

Yang ketiga adalah Dakwah (Dauroh Kader Ahlussunah Waljama’ah). Dauroh ini semacam Pendidikan. Konsentrasi nya salah kaderisasi dosen / pendidik.
“Alhamdulillah Aswaja NU Center pernah diamanahi oleh Universitas Nahdlatul Ulama’ Sidoarjo (UNUSIDA) untuk mengajarkan Aswaja” terangnya.
Tugasnya pertama adalah membuat silabus Aswaja yang kemudian resmi masuk kurikulum pendidikan. Sedangkan kriteria dosen Aswaja adalah minimal S2 dan jebolan pesantren biar nyambung.

Program yang keempat adalah Kiswah atau Kajian yang bisa dilakukan MWC melalui lembaga Takmir , lembaga Dakwah atau yang lain untuk memperkuat Aswaja Center.

Sedangkan program yang terakhir adalah Makwah (Maktabah Ahlusunah Waljama’ah) Menyediakan Referensi atau marojek. Referensi ini jika tidak berhati-hati bisa melenceng. Referensinya adalah kitab-kitab pondok. Semua permasalahan akan dikupas dalam berbagai kitab dan referensi yang ada.

Gus Arisy juga membawa beberapa buku termasuk Profil Aswaja NU Center dan Buku Panduan Sholat Sempurna karya DR. KH. Sholeh Qosim (Wakil Ketua LTM NU PBNU dan Katib Syuriah PCNU Sidoarjo)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.