Catatan Ringan Terkait Musibah di Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

banner 970x250

Oleh : Ust Zainal Abidin (Wakil Rais Syuriah MWCNU Tarik)

Pendekatan Islam terhadap peristiwa atau musibah yang terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar adalah berlandaskan pada keyakinan akan takdir dan ketentuan Allah. Seorang Muslim dilarang meyakini bahwa musibah tersebut terjadi secara permanen atau secara khusus hanya terjadi pada hari tersebut. Sebaliknya, seorang Muslim harus meyakini bahwa segala yang baik dan buruk, termasuk apa yang terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, adalah hasil dari takdir dan kehendak Allah.

Dalam Islam, keyakinan akan konsep takdir dan ketentuan Allah adalah salah satu rukun iman yang penting. Ini berarti bahwa semua yang terjadi di dunia ini, baik yang kita anggap sebagai kebaikan maupun musibah, adalah hasil dari ketentuan dan kehendak Allah. Oleh karena itu, sebagai bentuk keyakinan dan tawakal kepada Allah, seorang Muslim dianjurkan untuk membaca doa-doa yang mengungkapkan permohonan perlindungan dari segala bentuk keburukan serta meminta Allah agar memberikan yang terbaik dalam segala hal.

Doa-doa yang dibacakan oleh seorang Muslim adalah cara untuk mengungkapkan kepercayaan bahwa Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan kita sebagai hamba-Nya hanya bisa memohon perlindungan dan petunjuk-Nya dalam menghadapi segala peristiwa dalam hidup kita.

Baca Juga  Pro-Kontra Karmin, Bagaimana Cara Menyikapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *