Berita  

BKNU Sidoarjo Ingatkan Hasil Munas 2019 Terkait Lingkungan Hidup

banner 970x250
Badruzzaman, Ketua BKNU Sidoarjo (Foto : LTN/Boy


SIDOARJO – Ketua Badan Kemaritiman Nahdlatul Ulama (BKNU) Sidoarjo, Badruzzaman mengingatkan Musyawarah Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Ponpes Miftahul Huda Al Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Bulan Februari 2019 yang lalu telah memutuskan banyak hal termasuk soal lingkungan hidup.


“Mungkin yang kita tahu tentang munas tersebut hanya terkait pembahasan sebutan kafir di Indonesia terhadap warga non muslim . NU dalam keputusan Munas tersebut berharap untuk tidak digunakan kata kafir tapi ‘Muwathinun’ atau warga negara, dengan begitu status mereka setara dengan warga negara yang lain,” katanya Senin (01/08/2022) sore.
Padahal selain soal penyebutan kafir dalam interaksi berbangsa dan bernegara di Indonesia, Dalam Munas tersebut juga dibahas agenda pada sidang komisi Bahtsul Masail Waqiiyah yang membahas bahaya sampah plastik hingga hukum membuang sampah sembarangan.


“Munas tersebut merekomendasikan kepada pemerintah bahwa haram hukumnya membuang sampah sembarangan,” ujarnya.


Koordinator sidang komisi Bahtsul Masail Waqiiyah LBM PBNU Asnawi Ridwan menjelaskan fakta tentang sampah sudah meresahkan, terutama sampah plastik yang menjadi permasalahan serius lingkungan.
“Pada 2016, Asnawi Ridwan menjelaskan Indonesia dinobatkan sebagai negara kedua penyumbang sampah plastik terbesar setelah Tiongkok,” tuturnya.

Baca Juga  Silaturrahmi dengan PCNU se-Jatim, Gus Yahya Sebut Resepsi Puncak 1 Abad NU Momen Tabarukan Besar-Besaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *