Aswaja Female Mengaji Ulas Pentingnya Relasi Hubungan Baik Suami-Istri

banner 970x250

Wakil ketua  Pengurus Cabang (PC) Aswaja NU Center Sidoarjo, Farida Ulfi Na’imah mengulas seputar hubungan dan relasi baik yang dibangun antara suami dan istri serta terhadap anggota keluarga yang lainnya (Mu’asyarah bil Ma’ruf) yang ada di kitab Sittin al-‘Adliyah. Hal tersebut ia ulas saat mengisi kajian Aswaja Female Mengaji yang dilaksanakan secara live di akun Instagram @Aswaja_femalesda, Rabu (05/07/2023).

“Mu’asyarah yang dimaksud tidak hanya bagaimana laki-laki dapat memperlakukan pasangan mereka dengan baik,” katanya.

Menurut Ning Ulfi sapaan akrabnya konsep Mu’asyarah bil Ma’ruf tidak bisa dimaknai hanya hanya istri saja. Akan tetapi baik suami atau istri sema-sama meperlakukan pasangan dengan baik. Mensitri hadist yang diriwayatkan Jabir bin Abdullah bahwa Rasululah Saw melarang mengetuk pintu di malam hari .

“Makna larangan mengetuk pintu tersebut adalah adab bagi suami yang tidak boleh menganggu istri ketika sudah larut malam untuk membukakan pintu, begitupun sebaliknya istri tidak boleh menganggu ketika suaminya telah tertidur lelah” ujarnya.

Rasulullah juga telah mencontohkan ketika pulang larut malam dan tidak mau menganggu istrinya, Rasulullah kemudian memutuskan tidur di luar. Oleh karena itu di zaman sekarang membutuhkan komunikasi yang insentif. Seperti jika ingin pulang larut malam bisa saling mengabari atau dengan membawa kunci. Sehingga ketika pulang tidak harus membangunkan. Dijelaskan larangan mengetuk pintu di malam hari seperti hadist di atas adalah untuk zaman dahulu yang masih belum ada teknologi yang mambantu untuk komunikasi seperti saat ini.

Baca Juga  Ketua LD PBNU Apresiasi Hidupnya Dialog Keilmuan di Sidoarjo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *